Nandita Restu Meyda
C1AA18077
Pengaruh Kompres Hangat terhadap Nyeri Haid (Dismenore)
Nah sebelum jauh membicarakan tentang pengaruh kompres hangat terhadap nyeri haid, Sekarang kita cari tau dulu nih definisi dari Menstruasi (haid), Nyeri haid, dan Kompres hangat itu sendiri apa? Yuuu mari kitaa pelajari bersama
Sebelumnya perlu kalian ketahui bahwa Di Indonesia angka kejadian dismenore terdiri atas 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Biasanya gejala tersebut terjadi pada wanita usia produktif 3 sampai 5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil (Journal Occupational and Enviromental, 2008).
1. Menstruasi
Menstruasi adalah keluarnya darah dari rahim melalui vagina dan keluar dari tubuh seorang wanita setiap bulan selama masa usia subur (Faizah,2000).
Menstruasi atau haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Winkjosastro, 2009).
Menstruasi adalah peristiwa keluarnya darah dari vagina karena meluruhnya lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium), pada saat sel telur tidak dibuahi. Sel telur ( yang hanya dimiliki oleh perempuan) hanya keluar sebulan sekali, dan apabila tidak ada pembuahan, misalnya melalui hubungan seksual, maka 14 hari kemudian sel telur itu akan gugur bersama dengan darah pada lapisan dinding rahim yang sebelumnya menebal.
2. Nyeri Haid (Disminore)
Nyeri haid atau lebih dikenal dengan Dismenore adalah menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri (kram) pada daerah perut dan terjadi pada hari pertama, serta merupakan masalah ginekologis yang umum terjadi pada wanita (Marlinda & Purwaningsih 2013).
Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha (Baziad, 2003).
Nyeri haid dibagi menjadi dua, yaitu nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder (Reeder dkk, 2013). Dismenore primer ini mencapai puncaknya pada hari pertama dan kedua (Manuaba, 2010). Nyeri haid primer terjadi pada usia 12-13 tahun dan beberapa waktu setelah menarche (Haid pertama) biasanya setelah 12 bulan atau lebih (Sukarni dan Wahyu, 2013). Berdasarkan hal tersebut maka nyeri haid primer mungkin akan terjadi pada remaja berusia 15-17 tahun. Remaja pada usia tersebut sedang berada di Sekolah Menengah Atas (Anurogo dan Wulandari, 2011).
Apa sih Dismenore Primer itu? Dismenore Primer yaitu menstruasi yang menyakitkan dengan kram sensasi diperut bagian bawah yang sering disertai dengan gejala lain seperti berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, dan diare. Gejala ini terjadi sebelum atau selama menstruasi pada wanita yang normal anatomi panggulnya. PD dimulai beberapa jam sebelum atau sesudah menstruasi. Tingkat keparahan kram puncak pada dua hari pertama menstruasi. PD terjadi hampir selalu dalam siklus ovulasi dan muncul dalam 6-12 bulan setelah onset menarchae. PD ini sendiri lebih sering terjadi pada seorang Remaja.
Lalu apa yang dimaksud dengan Dismenore Sekunder? Desminore Sekunder atau lebih dikenal dengan DS yaitu sebagai menstruasi yang terjadi setelah menarchae dan mungkin timbul untuk pertama kalinya pada wanita diusia 30 atau 40an. Desminore awal itu terjadi setelah menarchae atau pada pasien yang anovulasi jelas harus waspada terhadap sistem saluran genitalianya.
Apa saja Faktor yang mempengaruhi Nyeri Haid?
Faktor yang mempengaruhi nyeri haid
1. Faktor Kejiwaan
2. Faktor Psikis
3. Usia menache (pertama haid)
4. Faktor genetik, dan
5. Faktor Hormonal
Lalu apa saja Gejala- gejala Nyeri Haid itu sendiri?
Gejala-gejala nyeri haid di antaranya yaitu
1. Rasa sakit datang secara tidak teratur
2. Kram bagian bawah perut
3. Lesu, dan
4. Sakit Kepala
Penanganan Nyeri Dismenore
Secara umum penanganan nyeri dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Secara farmakologis nyeri dapat ditangani dengan terapi analgesik yang merupakan metoda paling umum digunakan untuk menghilangkan nyeri. Walaupun analgesik dapat menghilangkan nyeri dengan efektif, namun penggunaan analgesik akan berdampak ketagihan dan akan memberikan efek samping obat yang berbahaya bagi pasien. Secara non farmakologik antara lain kompres hangat, teknik relaksasi seperti nafas dalam dan yoga (Potter & Perry, 2005).
3. Kompres Hangat
Penanganan masalah ini dengan cara nonfarmakologis perlu di kembangkan misalnya dengan kompres hangat. Penggunaan kompres hangat diharapkan dapat meningkatkan relaksasi otot-otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan serta memberikan rasa hangat lokal.
Kompres hangat dapat dilakukan dengan menempelkan kantong karet yang diisi air hangat atau handuk yang telah direndam di dalam air hangat, ke bagian tubuh yang nyeri, dengan diikuti latihan pergerakan atau pemijatan.
4. Pengaruh Kompres Hangat terhadap Nyeri Haid (Dismenore)
Asmita Dahlan dan Tri Veni Syahminan (2017) terapi kompres hangat berdampak positiv dalam menurunkan nyeri dismenorea sehingga menjawab hipotesa yaitu Ha diterima. Hasil penelitian ini didukung oleh teori Lowdermilk, dkk (2013) dimana nyeri Dismenorea dapat berkurang dengan terapi non-farmakologi berupa kompres hangat yaitu memberikan rasa aman pada pasien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bonde (2014) menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kompres panas dengan penurunan derajat nyeri haid. Begitu pula menurut Nida (2016), berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri haid. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore.
Maka dapat disimpulkan bahwa Nyeri Haid (Dismenore) dapat diartikan sebagai nyeri yang dirasakan oleh seorang wanita ketika menstruasi dan biasanya sakit tersebut disertai dengan kram pada bagian perut. Dismenore dibagi dua bagian, yaitu ada Dismenore Primer dan Dismenore Sekunder.Dengan adanya faktor dan gejala seperti kram, faktor usia pertama haid dan yang lainnya. Dan adapun cara untuk menangani nyeri haid tersebut baik dengan cara farmakologi maupun non-farmakologi yaitu dengan cara kompres hangat.
REFERENSI
Rahayuningrum, D, R. (2016).Perbedaan pengaruh relaksasi nafas dalam dan kompres hangat dalam menurunkan dismenore pada remaja SMA Negri 3 Padang. Jurnal Medika Saintika Vol 7, Nomor 2
Nida, R, M., Sari, D, S. (2016).Pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore pada siswi kelas XI SMK Muhammadiyah watukelir sukoharjo (The influence of warm compress decrease in dismenorhea eleventh grade students of SMK Muhammadiyah watukelir sukoharjo). Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 1, No 2,hlm 100-144
Rahmadhayanti, E., Afriyani, R., & Wulandari, A. (2017).Pengaruh Kompres Hangat terhadap Penurunan Derajat Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMA Karya Ibu Palembang. Jurnal Kesehatan, Volume VIII, Nomor 3, hlm 369-374
Bonde, F, M, P., Lintong,F., & Moningka,M. (2014).Pengaruh kompres panas terhadap penurunan derajat nyeri haid pada siswi SMK dan SMA Yadika Kopandakan II.
Handayani, E, Y., Rahayu, L, S. (2014). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Nyeri Menstruasi (Dismenorea) Pada Remaja Putri Di Beberapa SMA Di Kabupaten Rokan Hulu
Azito, L., Dedey, F., (2014) Dysmenorrhea management and coping among students in Ghana: A qualitative exploration. Journal of Pediatric and Adolescent Ginekologi
Sanctis, D, V., Soliman, A., Bernasconi, S., Bianchin, L., Bona, G., Bozzola, M., Buzi, F., Sanctis, D, C., Tonini, G., Rigon, F., Perissinotto, E., ScD. (2015). Primary Dysmenorrhea in Adolescents: Prevalence, Impact and Recent Knowlodge. Pediatric Endocrinology Review (PER) n Volume 13 n No 2 n December 2015.
Alhamdulillah menambah wawasan
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusπ
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulilah sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih kaka sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali mba, apalagi bagi kaum hawa :)
BalasHapusMakasiii sangat sangat bermanfaatπ
BalasHapusSangat bermanfaat sekali sist π
BalasHapusSangat bermanfaat sekali mba
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kaka
BalasHapus❤
BalasHapusSangat bermanfaatπ
BalasHapusπππ
BalasHapus❤❤❤
BalasHapusTerimakasih, sgt membantu
BalasHapusMantap nih
BalasHapusNambah ilmu baruπ
BalasHapusππ
BalasHapusLike ππ
BalasHapusNiceπ
BalasHapusBagus ..membantu untuk apa hayoh
BalasHapusjadi tau deh cara mengatasi dismenore✨
BalasHapusAlhamdulillah kalo begitu kaaπ
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusπππ
BalasHapusNiceπ
BalasHapusgood π
BalasHapusWaa bermanfaat bgt.. makasi udah bagi info����
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWaw kaka
BalasHapusππ
BalasHapusnice π
BalasHapus